Cara Menyusun Peristiwa dalam Skenario Film


MAKALAH
“CARA MENYUSUN PERISTIWA”
Disusun sebagai tugas Mata Kuliah Penulisan Skenario Film
Dosen Pengampu Ibu Amy Sabila, M.Pd.






Disusun oleh,
Kelompok VII
1. Wike Dwi A            (15040029)
2. Ria Destiana            (15040030)

PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
2017





KATA PENGANTAR

Assalamuallaikum Wr. Wb
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan hidayah-Nya lah kami dapat menyelesaikan makalah ini. Tidak lupa kami mengucapakan terima kasih kepada dosen mata kuliah Penulisan Skenario dosen pengampu Ibu Amy Sabila,M.Pd. dan teman- teman lain yang telah mendukung dalam kelancaran pembuatan makalah ini serta Orang Tua yang selalu mendoakan dan memotivasi serta mendukung kami.
Adapun maksud dan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas kelompok Mata Kuliah Penulisan Skenario. Didalam penulisan makalah ini kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan kekeliruan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyusun makalah lain dalam tugas- tugas berikutnya. Semoga makalah ini bermanfaat tidak hanya bagi kami tetapi juga bagi para pembaca.
Wassalamuallaikum Wr. Wb


                                                                                    Pringsewu, 11 November 2017

                                                                                                        Penyusun







DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR...................................................................................................
DAFTAR ISI..................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang....................................................................................................
B.     Rumusan Masalah...............................................................................................
C.     Tujuan dan Manfaat............................................................................................
BAB II PEMBAHASAN
A.    Hakikat Menyusun Peristiwa..............................................................................
B.     Tahap Penulisan Menyusun Peristiwa.................................................................
BAB III PENUTUP
A.    Kesimpulan.........................................................................................................
B.     Saran...................................................................................................................
DAFTAR PUSTAKA














BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Skenario adalah rencana lakon sandiwara atau film berupa adegan demi adegan yang tertulis secara terperinci. Membuat film merupakan rangkaian kegiatan panjang, dimulai dari pra produksi, produksi dan pasca produksi. Menulis naskah skenario film menjadi salah satu bagian awal yang penting dari keseluruhan proses produksi film. Pembuatan sebuah film  harus direncanakan sematang mungkin. Salah satu bagian dari produksi film yang terpenting adalah penulisan skenario. Ketika sebuah skenario telah selesai, maka sebenarnya film telah selesai dibuat pula dalam bentuk tertulis.

Dalam penulisan sebuah skenario banyak sekali yang harus dipersiapkan salah satunya yaitu langkah dalam menyusun sebuh peristiwa didalam cerita. Untuk itu makalah ini akan membahas bagaimana cara menyusun berita yang baik.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimanakah Cara menyusun peristiwa dalam penulisan skenario?

C.    Tujuan dan Manfaat
Untuk mengetahui secara khusus cara menyusun sebuah peristiwa.








BAB II
PEMBAHASAN

A.    Menyusun Peristiwa
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1992:757) menyebut peristiwa sebagai kejadian yang luar biasa. Jika sebuah kejadian tidak menarik, maka tidak dapat dikatakan peristiwa. Dalam penulisan skenario, peristiwa dapat disejajarkan dengan cerita. Peristiwa atau cerita tidak dapat disebut skenario jika penyampaiannya belum dengan media film.  Misbach Yusa Biran menyebutkan skenario adalah desain penyampaian cerita atau gagasam dengan media film. Sebuah skenario yang baik telah menjadi film dalam bentuk tertulis. Artinya sebuah skenario yang baik harus mampu menggambarkan rangkaian peristiwa sebagaimana sebuah film.

Menyusun peristiwa membutuhkan keterampilan dan teknik tersendiri agar sebuah skenario menjadi film dalam bentuk tertulis. Skenario film perlu memperhatikan empat hal yaitu jalan ceritanya dapat dipahami dengan jernih, kreatif dalam menggunakan bahasa film, bagus tangga dramatiknya dan mudah disimpulkan isi cerita yang dikandungnya. Skenario yang terdiri dari rangkaian peristiwa harus dapat dipahami. Satu peristiwa dengan peristiwa yang lain memiliki keterkaitan. Sambungan peristiwa berada dalam satu rangkaian yang dapat diterima dan memiliki kewajaran. Kekuatan skenario film terletak pada penggunaan bahasa film secara kreatif yang artinya tidak mengungkapkan sebuah peristiwa dengan cara yang sama.

Peristiwa sederhana yang saling berhubungan dan diungkapkan dengan idiom- idiom yang kreatif akan menjadi skenario yang bagus jika strukturnya memiliki nilai dramatik. Kalau tangga dramatik sebuah film tertata baik, maka orang yang menontonnya akan semakin tertarik mengikuti jalannya penuturan. Nilai dramatik adalah kualitas sebuah peristiwa yang memberikan kenikmatan, sensasi dan tegangan kepada penonton. Peristiwa akan memiliki nilai dramatik jika peristiwa berkembang dalam kerumitan- kerumitan dan mencapai puncak untuk kemudian terurai menuju penyelesaian. Penyusunan peristiwa menjadi skenario membutuhkan tahap- tahap penulisan yang meliputi sinopsis, kerangka skenario dan treatment.

B.     Tahap Penulisan dalam Penyusunan Peristiwa
Penyusunan peristiwa menjadi skenario membutuhkan tahapan-tahapan penulis yang meliputi:
1.      SINOPSIS
Sinopsis merupakan ringkasan yang memuat seluruh peristiwa yang terjadi.
Penyusunan peristiwa yang paling dasar dituangkan dalam bentuk sinopsis. Sinopsis atau ringkasan cerita memuat secara garis besar seluruh peristiwa yang terjadi dalam bentuk yang ringkas.

Sinopsis adalah ikhtiar  cerita yang berisi semua bahan informasi pokok untuk dijadikan film. Membuat sinopsis merupaka praktik pertama pertama menulis sebelum sampai ketahap membuat skenario. Sinopsis penting sebagai rancangan dasar sebagai peristiwa sebelum penulis skenario mendeskripsikan gagasan dalam bentuk rangkain peristiwa.

Sinopsis sering diabaikan karena dianggap peristiwa yang hendak dituangkan telah tergambar secara utuh dalam benak penulis. Padahal peristiwa yang masih dalam pikiran belim memiliki struktur yang bisa dipahami oleh orang lain. Selain itu menulis sinopsis yang panjangnya satu atau dua lembar juga membutuhkan ketrampilan tersendiri. Arswendo Atmowilto (2011:185) menyatakan, kalau tidak bisa menulis dengan baik dalam dua lembar, kamu juga tak akan menulis dalam seratus lembar.

Sinopsis pada prinsipnya merupakan miniatur pola atau alur cerita sebuah skenario. Agar sebuah sinopsis memuat semua bahan pokok terkait dengan film, Misbach Yunus Biran menyatakan sebuah sinopsis harus berisi delapan aspek:
a.    Garis besar jalan cerita
b.    Tokoh protagonis
c.    Tokoh antagonis
d.   Tokoh-tokoh penting yang menunjang langsung plot utama maupun sup pokok yang penting
e.    Problem utama dan problem-problem penting yang sangat berpengaruh pada jalannya cerita
f.     Motif utama dan motif-motif pembantu action yang penting
g.    Klimaks dan penyelesaian
h.    Kesimpulan

2.      KERANGKA SKENARIO
Kerangka skenario merupakan tahap awal pemindahan media kata- kata ke dalam media film. Sinopsis yang memuat garis besar alur cerita menjadi dasar untuk membuat kerangka skenario. Pembuatan kerangka skenario membantu memindahkan penyampaian informasi sinopsis ke media film. Ketika sinopsis dipindahkan kebentuk skenario, maka terjadi perubahan media yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Dari media kata-kata kemedia film (Biran,2006:251). Pemindahan media kata-kata ke media film membutuhkan kemampuan dalam membayangkan film yang diwujudkan.

Perbedaan tanpak jelas pada cara mendeskripsikan sebuah peristiwa. Deskripsi yang mengedepankan media kata-kata tidak memunculkan gambar visual. Sebaliknya, media film membutuhkan deskripsi yang rinci sehingga ketika membaca skenario terbayang secara jelas film yang hendak diwujudkan. Catatan adegan mendeskripsikan rangkaian peristiwa yang terjadi, step outline memuat urutan ringkasan menurut sequence,dan tretment merupakan pengembangan dari step outline yang memuat scene dan laku pokok para tokoh yang ada dalam skenario.
a.       Catatan Adegan
Catatan adegan penting sebagai upaya menulis peristiwa-peristiwa yang dibayangkan hadir dalam skenario. Cacatatan adegan dapat ditulis dalam bentuk kartu dengan ukuran tertentu. Misback Yusa Biran {2006:253) mencontohkan kartu berukuran 15 x 10 cm yang berisi tempat kejadian, pokok peristiwa, dan nomor kartu. Nomor kartu penting agar urutan kartu sesuai dengan urutan adegan yang dibayangkan.

Setiap catatan adegan dibubuhi estimasi waktu untuk mengukur durasi setiap adegan danskenario secara utuh. Setiap skenario memerlukan perhitungan durasi, karena panjang pendeknya skenario berpengaruh terhdap film. Film yang panjang akan membusankan, sementara film yang terlalu pendek kurang membuat kepuasan kepada penonton. Estimasi waktu juga bebfungsi untuk mempertimbangkan kualitas dramatik.

b.      Step Outline
Catatan adegan dapat dikembangkan menjadi step outline. Step outline sering juga disebut squence outline. Squence terdiri dari beberapa scen yang menggambarkan satu ersoalan. Sedangkan step outline adalah uraian ringkas menurut ukuran squence(Biran, 2006:257). Step outlinen memberikan gambaran keseluruhan urutan squence skenario secara utuh. Penulisan skenario dapat memanfaatkan step outline sebagai gambaran utuh peristiwa demiperistiwa.

3.      Treatment
Treatment adalah kerangka lengkap skenario yang memuat laku para tokoh. Ketika seseorang telah membuat step outline, langkah berikutnya adalah membuat treatment. Trearment disebut juga scene plot yang berfungsi utamanya adalah membuat sketsa dari penataan konstruksi dramatik (Lautters, 2004:86). Treatment menjadi gambaran penataan peristiwa yang menggambarkan konstruksi dramatiksebuah skenario.

Gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk sinopsis pada dasarnya belum menggambarkan secara utuh konstruksi dramatik sebuah skenario. Treatment memberi gambaran konstruksi dramatik sekaligus kelemahan-kelemahan kontruksi dramatik tersebutsebuah treatment memungkinkan untuk memungkinkan untuk dibongkar dan ditata kembali menjadi konstruksi peristiwa yang lebih memiliki kualitas dramatik. Treatment dapat diidentikan sebagai sebuah sketsa dari konstruksi dramatik sebuah skenario film yang utuh. Sebagai sebuah sketsa, kita akan mudah memindah-memindah letak ukuran peristiwa agar benar-benar tepat (Lutyers, 2004:86).
Treatment secara teknik memuat secara garis besar bagian dari scene yang memberikan gambaran tentang peristiwa, tempat, dan waktu. Peristiwa dideskripsikan secara jelas sehingga memberi gambaran visual peristiwa tersebut. Tempat dan waktu terjadinya peristiwa ditulis secara singkat.























BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Dalam penulisan skenario ada beberapa tahapan yang harus dikerjakan, salah satunya penyusunan peristiwa dalam cerita. Skenario yang terdiri dari rngkaian peristiwa harus dapat dipahami. Rangkaian peristiwa dapat disebut sebagai sebuah skenario jika disajikan dengan bahasa film. Didalam penyusan peristiwa membutuhkan tahap- tahapan penulisan yang meliputi sinopsis, kerangka skenario dan treatment.

B.     Saran
Dengan adanya pembahasan tentang cara penyusuan peristiwa ini kami berharap agar dapat menambah referensi pembaca dan pemaham secara mudah bagi pemula. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis apada khususnya dan pembaca pada umumnya. Kritik dan saran kami terima dan harapkan untuk lebih baik lagi kedepannya.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS MC ACARA DRAMA

Makalah Presuposisi (Praanggapan) PRAGMATIK

HASIL ANALISIS NILAI- NILAI YANG TERKANDUNG DALAM FILM SEPATU DAHLAN