TUGAS
MEMBUAT DAN MENGANALISI CERITA FABEL
“Kasih Sayang Antara Ayam Dan Kucing”
Sebagai Tugas Mata Kuliah Menulis Prosa Fiksi
Diampu oleh Dra.Lisdwiana Kurniati,M.Pd.








Disusun oleh,
                                                NAMA           : RIA DESTIANA
                                                NPM               : 15040030
                                                Kelas               :  V A

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
Tahun 2017

KATA PENGANTAR

Assallamuallaikum Wr.Wb.
Alhamdulillah, puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat rahmad dan hidayahnya penulis dapat menyusun tugas ini dengan semaksimal mungkin. Sholawat serta salam tak lupa penulis sanjung agungkan kepada Baginda Muhmmad SAW yang mana safaatnya selalu dinantikan di Yaumil Akhir. Amin Ya Rabbal’alamin.
Terimakasih penulis ucapkan kepada Dosen pengampu mata kuliah menulis prosa fiksi yaitu Dra.Lisdwiana Kurniati,M.Pd. karena beliau dengan sabar telah membimbing dalam mengerjakan tugas ini. Tak lupa pula mengucapkan terimakasih untuk kedua orang tua yang selalu menyemangati disetiap waktu serta teman- teman yang telah mau berbagi ilmu dan membantu.
Didalam tugas ini penulis membuat cerita fabel tentang ayam dengan unsur ektrinsik bernilai religius. Dimana seperti kita ketahui bahwa ayam memiliki ciri- ciri yang khas yaitu berkokok setiap pagi. Oleh karena itu penulis mencoba untuk membuat cerita ini.
Didalam penyusunan tugasini kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan kesalahan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca untuk menyusun di lain dikesempatan yang akan datang. Semoga dapat bermanfaat, tidak hanya bagi penulis tetapi juga bagi pembaca.
Wassallamuallaikum Wr.Wb.


Pringsewu, 26 Oktober 2017



Penulis


DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
CERITA FABEL..............................................................................................................
UNSUR INTRINSIK.......................................................................................................
UNSUR EKSTRINSIK....................................................................................................
SINOPSIS.........................................................................................................................
BIOGRAFI PENULIS.....................................................................................................














KASIH SAYANG ANTARA AYAM DAN KUCING

            Di suatu daerah perkampungan, hiduplah sepasang Ayam Jantan dan Betina bersama Satu Ekor Kucing dan 2 Pasang Kelici Putih dan Cokelat. Walaupun begitu mereka sangatlah akrab dan bersahabat. Setiap pagi ayam selalu berkokok untuk membangunkan seluruh penghuni di lingkungan tersebut. Tapi tidak semua menyukai suara kokok ayam jantan. Kucing selalu saja kesal setiap ayam jantan membangunkan tidur nyenyaknya.
“kenapa sih selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik rerumputan.
            Ayam jantan hanya tersenyum dan tidak memperdulikan keluh kesah kucing tentang suaranya di pagi hari itu. Setelah melihat Ayam Betina masih membersihkan tempat tidurnya dan ia pamit untuk pergi mencari makan diluar. Semenjak ayam betina bertelur ayam jantan semakin rajin mencari makan untuk induk dan calon anak ayam. Kemudian pulang saat hari mulai petang. Setiap ayam pulang tak lupa iya membagikan makan kepada kucing dan kelinci yang selalu menemani dan membantu induk ayam.
            Seminggu kemudian anak ayampun menetas, terlihat tujuh ekor anak ayam betina dan dua anak ayam jago yang imut dan lucu berwarna kuning keemasan. Seluruh penghuni di tempat itu bergembira ketika telur ayam telah menetas semua, begitu pula induk ayam dan ayam jago.
            Sampai suatu hari, ketika ayam jago pulang setelah mencari makan dilihatnya induk ayam sedang mondar- mandir kesana kemari tak tentu arah.
“mengapa kau terlihat cemas, wahai indukku?” tanya ayam jago.
Induk ayam yang tidak sadar bahwa ayam jago sudah pulang, langsung menceritakan kecemasannya seharian ini. Bahwa induk ayam kehilangan salah satu anak ayamnya, padahal seharian anak ayam ada ditempatnya semua.
“bagaimana bisa terjadi? Kau bawa kemana anak ayam kita? Lanjut tanya si ayam jago.
“tidak ku bawa kemana- mana, seharian ini mereka semua ada ditempat tidur, hanya saja tadi aku meninggalkannya ketika kelinci memanggil dan memberiku sedikit makanan” jelas sang induk ayam.
Ayam jago yang melihat induk ayam cemas kemudian mencoba menenangkannya.
“jangan khawatir, setelah ini aku akan mencari anak kita dan kau jagalah anak kita yang lainnya. Jangan sampai kau tinggal kan lagi” ucap ayam jago kemudian pergi untuk mencari anak ayam.
            Setelah berjam- jam ayam jago mencari, anaknya tidak ditemukan juga keberadaannya. Haripun menjelang malam, setelah lelah mencari ayam jagopun pulang dengan perasaan sedih karena anaknya hilang belum ditemukan. Ketika melewati halaman rerumputan yang hijau, sang ayam melihat kucing hitam sedang asyik bersantai di lembutnya rerumputan hijau. Tanpa sengaja, dilihatnya perut kucing yang sedang tertidur sandar sedikit membesar. Tanpa pikir panjang ayam jago menghampiri sang kucing yang tengah tertidur.
“hei, kucing hitam. Bangun kau !! pasti kau yang telah memakan anakku. Lekas bangun. Bangun. Bangun atau ku patuk kau !!” teriak ayam jago.
Kucing yang kaget langsung terbangun dari tidurnya.
“ada apa jago, kenapa kamu selalu saja membangunkan ku” tanya kucing lemas.
“jangan belagak bodoh, pasti kamu yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada kucing.
“anak mu? Aku memamakan anak mu? Itu tidak mungkin jago....” ujar kucing sambil menggelengkan kepala.
“sudahlah mengaku saja kau kucing hitam, tega sekali kau memakan anak kami. Apa salah kami kepadamu” ucap ayam jago lemas tak bertenaga.
“dengarkan dulu penjelasanku” ujar kucing ingin menjelaskan.
“sudahlah. Tak perlu kau jelaskan. Aku kecewa kepada mu” tandas ayam jago kemudian pergi meninggalkan kucing sendiri.
            Induk ayam yang melihat ayam jago pulang, langsung menyambutnya dengan gembira berharap anaknya sudah ditemukan. Tetapi setelah mengetahui penjelasan dari ayam jago, seketika induk ayam menjadi sedih. Induk ayam merasa bahwa ini akibat kelalaiannya dalam menjaga anak- anaknya.

Keesokan paginya. Suasana perkampungan tak seindah hari- hari kemarin, sunyi sepi dan tak ada suara ayam jago yang berkokok dipagi hari.  Membuat kelinci menjadi penasaran, ada apa gerangan yang menimpa ayam jago.
Kelinci kemudian mengunjungi kandang ayam, dilihatnya induk ayam sedang memberikan makanan kepada anak- anaknya.
“kemana pak jago? mengapa iya tak berkokok pagi ini?” tanya kelinci penasaran.
Setelah induk ayam menjelaskan apa yang terjadi kemarin, kelincipun memberikan nasehat agar ayam jago tidak boleh menuduh sembarangan tanpa melihat bukti. Kelincipun menjelaskan bahwa kemarin iya melihat Elang sedang mengitari lingkungan kandang ayam, dan kemungkinan pasti Elang yang memakannya. Kelici percaya dan yakin tidak mungkin si kucing yang memakan anaknnya karena kucingpun sangat menyayangi anak ayam yang lucu.

Mendengar penjelasan itu, induk ayam langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya. Ayam jago kemudian menghampiri kucing dan meminta maaf karena telah menuduh dan tidak mau mendengarkan penjelasan si kucing.
“iya aku memaafkan mu jago. sebenarnya kemarin aku melihat Elang sedang mencengkram, dan itu pasti anakkmu. Aku ingin memberitahumu dari kemarin, hanya saja kau sedang dibalut emosi. Aku pikir percuma aku menjelaskan kaupun pasti tidak percaya saat itu” ungkap sang kucing.
“terimakasih kucing. Kau memang temanku. Maafkan aku yang tidak mempercayaimu kemarin dan tolong terimalah pemberian dariku yang tidak berharga ini” kata ayam jago sambil memberikan 2 ekor ikan yang didapatnya dengan tulus.


*selesai*











UNSUR INTRINSI

1.        Tema : Sosial dan Kekeluargan
2.        Penokohan
1)      Ayam Jantan (cepat emosi, sayang keluarga dan mengakui jika salah)
-          Ayam jantan hanya tersenyum dan tidak memperdulikan keluh kesah kucing tentang suaranya di pagi hari itu.
-          Ayam jago yang melihat induk ayam cemas kemudian mencoba menenangkannya.
-          “jangan belagak bodoh, pasti kamu yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada kucing.
-          “sudahlah. Tak perlu kau jelaskan. Aku kecewa kepada mu” tandas ayam jago kemudian pergi meninggalkan kucing sendiri.
2)      Ayam Betina (penyayang, mudah cemas)
-          induk ayam langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya.
-          Induk ayam yang melihat ayam jago pulang, langsung menyambutnya dengan gembira berharap anaknya sudah ditemukan.
-          “tidak ku bawa kemana- mana, seharian ini mereka semua ada ditempat tidur, hanya saja tadi aku meninggalkannya ketika kelinci memanggil dan memberiku sedikit makanan” jelas sang induk ayam.
3)      Kucing (baik, cerewet, pengertian dan mudah memaafkan)
-          “kenapa sih selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik rerumputan.
-          iya aku memaafkan mu jago. sebenarnya kemarin aku melihat Elang sedang mencengkram, dan itu pasti anakkmu. Aku ingin memberitahumu dari kemarin, hanya saja kau sedang dibalut emosi. Aku pikir percuma aku menjelaskan kaupun pasti tidak percaya saat itu” ungkap sang kucing.
4)      Kelinci (baik hati, peduli dan bijaksana)
-          Membuat kelinci menjadi penasaran, ada apa gerangan yang menimpa ayam jago.
-          kelincipun memberikan nasehat agar ayam jago tidak boleh menuduh sembarangan tanpa melihat bukti.
3.    Latar
1)      Tempat
a.       Perkampungan
Di suatu daerah perkampungan,
b.      Kandang Ayam
-          Setelah melihat Ayam Betina masih membersihkan tempat tidurnya.
-          Kelincipun menjelaskan bahwa kemarin iya melihat Elang sedang mengitari lingkungan kandang ayam,
-          Kelinci kemudian mengunjungi kandang ayam
c.       Rumput Hijau
“kenapa sih selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik rerumputan.
2)      Waktu
a.       Sore Hari
Kemudian pulang saat hari mulai petang.
b.      Malam Hari.
Ini dapat dibuktikan dalam kutipan berikut yang menyatakan bahwa waktu pada malam hari. Haripun menjelang malam, setelah lelah mencari ayam jagopun pulang dengan perasaan sedih karena anaknya hilang belum ditemukan.
c.       Pagi Hari.
Ini terlihat pada kutipan berikut Setiap pagi ayam selalu berkokok untuk membangunkan seluruh penghuni di lingkungan tersebut. dan Keesokan paginya. Suasana perkampungan tak seindah hari- hari kemarin
3)      Suasana
a.       Bahagia
Suasana bahagia dapat dilihat pada kutipan berikut Seluruh penghuni di tempat itu bergembira ketika telur ayam telah menetas semua, begitu pula induk ayam dan ayam jago.
b.      Hening
Ini dapat dilihat pada kutipan sunyi sepi dan tak ada suara ayam jago yang berkokok dipagi hari.
c.       Cemas
Ayam jago yang melihat induk ayam cemas kemudian mencoba menenangkannya

4.    Alur
Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu Alur Maju karena penulis menceritakan dari awal perkenalan kemudian menuju klimaks dan sampai puncak klimaks kemudian lanjut ke antiklimaks sehingga adanya penyelesaian.

5.    Sudut Pandang
Orang ketiga “dia-an”, karena penulis mengarang dengan pandangan bahwa “dia” yang dimaksud yaitu ayam.

6.    Amanat
Jangan cepat mengambil kesimpulan sebelum tahu kebenarannya.

7.    Gaya bahasa
1)      Majas Litotes yaitu gaya bahasa dengan ungkapan yang direndahkan daripada kenyataannya. Ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut : Maafkan aku yang tidak mempercayaimu kemarin dan tolong terimalah pemberian dariku yang tidak berharga ini” kata ayam jago.
2)      Gaya Bahasa Pararima yaitu pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian yang berlainan. Ini dapat dilihat pada kutipan cerita fabel yaitu Sampai suatu hari, ketika ayam jago pulang setelah mencari makan dilihatnya induk ayam sedang mondar- mandir kesana kemari tak tentu arah.
3)      Majas repetisi yaitu gaya bahasa pengulangan suatu kata dalam beberapa frasa dengan tujuan menegaskan suatu maksud. Ini dapat dilihat pada kutipan ketika ayam marah dan menyuruh kucing untuk bangun dari tidurnya. “Hei, kucing hitam. Bangun kau !! pasti kau yang telah memakan anakku. Lekas bangun. Bangun. Bangun atau ku patuk kau !!” teriak ayam jago.
4)      Majas sarkasme yaitu majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Biasanya ini diucapkan saat benar- benar marah dan emosi sedang tinggi. Seperti pada kutipan berikut ketika ayam jago emosi kepada kucing yang dikiranya telah memakan anaknya“jangan belagak bodoh, pasti kamu yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada kucing.

UNSUR EKSTRINIK

1.      Nilai Religius
Penulis mengatakan bahwa cerita ini ada nilai religius karena didukung dengan hadist yang menyatakan bahwa ayam selalu bangun pagi untuk membangunkan semua orang pada waktu subuh dan mencari makan dipagi hari. Sesuai dengan hadist yang ada yaitu:
Rasulullah SAW bersabda yang artinya janganlah kalian mencela ayam jantan. Sesungguhnya dia membangunkan untuk shalat (HR. Abu Dawud) kemudian Dan tidak ada suatu binatang melatapun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (QS.Hud ayat 6).
a.    Ketika Ayam berkokok dipagi hari menadakan bahwa ayam selalu bangun pagi. Ini dapat dilihat pada kutipan “kenapa sih selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing.
b.    Ketika Ayam pergi mencari makan di pagi hari. Ini dapat dilihat pada kutipan “Setelah melihat Ayam Betina masih membersihkan tempat tidurnya dan ia pamit untuk pergi mencari makan diluar”.

2.      Nilai sosial
Nilai sosial yang ada pada cerita ini yaitu ketika antara kelinci, ayam dan kucing dapat hidup berdampingan dan akrab. Ini dapat dilihat pada kutipan Walaupun begitu mereka sangatlah akrab dan bersahabat.

3.      Nilai Pendidikan
Nilai pendidikan yang dapat diambil dari cerita ini yaitu saat ayam jago mengakui kesalahannya kepada kucing dan berani meminta maaf duluan. Sepeti kutipan berikut Mendengar penjelasan itu, induk ayam langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya. Ayam jago kemudian menghampiri kucing dan meminta maaf karena telah menuduh dan tidak mau mendengarkan penjelasan si kucing.

RUANG LING KUP DIKSI

1.      Pengertian Diksi
Diksi adalah sebuah pilihan kata yang tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
2.      Makna Denotatif dan Konotatif
a.       Makna denotatif adalah makna dalam alam wajar secara eksplisif. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa adanya. Makna ini disebut juga dengan makna konseptual. Dalam cerita fabel ini yang termasuk makna denotatif antara lain;
1)      Ku patuk kau. Ini merupakan makna sebenarnya karena memang benar- benar ayam akan mematuk/ mengigit kucing.
2)      Mencengkram. Memiliki makna yang sebenarnya yang benar- benar berarti sedang memegang erat.
3)      Mencari makan. Termasuk kedalam denotatif karena makna sebenarnya memang sedang mencari makan.
b.      Makna konotatif adalah makna asosiatif, makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang dikenakan pada sebuah makna konseptual. Makna kontatif berbeda dari zaman ke zaman. Dalam cerita fabel ini yang termasuk makna konotatif antara lain;
1)      Kuning keemasan. Makna ini merupakan makna konotatif yang makna sebenarnya bukannya dimaksud warna benar- benar kuning.
2)      Dibalut emosi. Ini termasuk makna konotatif karena memiliki makna yang tidak sebarnya, maksud dari kata dibalut bukan berarti benar- benar dibalut emosinya tetapi ayam sedang emosi.
3.      Kata Umum dan Kata Khusus
a.       Kata umum adalah kata- kata yang memiliki makna dan cakupan pemakaian yang lebih luas.
- anak
- tempat tinggal
- makan
b.      Kata khusus adalah sebuah kata yang mempunyai ruang lingkup yang terbatas (sifatnya sempit) yang mana, kata- kata tersebut sudah tidak dapat diperincikan atau dijabarkan lagi.
- menetas
- ayam jago
- induk ayam
- terimakasih
- berharga
- dua
4.      Kata Konkret dan Kata Abstrak
a.       Kata konkret merupakan kata yang mempunyai rujukan berupa objek yang dapat diserap oleh panca indera. Dalam cerita ini yang termasuk kata konkret antara lain ayam, induk ayam, kelinci, rumput dan kucing.
b.      Kata abstrak adalah sebuah kata yang memiliki rujukan berupa konsep atau pengertian. Dalam cerita ini yang termasuk dalam kata abstrak antaralain: Emosi, Marah, Kesal, Hari, Menyenangkan dan Cemas

5.      Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang memiliki persamaan makna. Kata bersinonim dalam cerita ini antaralain:
-          Petang = sore
-          Suara = bunyi
-          Perkampungan = pedesaan
-          Wahai = duhai
6.      Pembentukan Kata (Kata Berimbuhan)
a.       Prefiks (awalan)
- ber + tenaga = bertenaga
- pe + ng + huni = penghuni
- meN + cari = mencari
- ber + sahabat + bersahabat
- meN + dengar = mendengar
- me + makan = memakan
- ber + telur = bertelur
- meN + coba = mencoba
- ber + gembira = bergembira
- me + panggil = memanggil

b.      Reduplikasi
-          Mondar- mandir
-          Kesana- kemari
c.       Sufiks (akhiran)
- kelinci + pun = kelincipun
- makan + an = makanan
- sembarang + an = sembarangan
- sudah + lah = sudahlah
- anak + nya = anaknya
- terima + lah = terimalah
d.      Konfiks (imbuhan tunggal yang terjadi dari perpaduan awalan da akhiran)
- per + kampung + an = perkampungan
- ke + emas + an = keemasan
- pe + rasa + an = perasaan
- me + tenang + an = menenangkan
- di + temu + kan = ditemukan
- ke + lalai +an = kelalaian
7.      Kata Yang Mengalami Perubahan Makna (Peyorasi dan Amiliorasi)
a.       Peyorasi adalah kata yang mengalami penurunan makna atau memiliki makna yang lebih buruk dari sebelumnya. Yang termasuk dalam peyorasi yaitu
- Bersahabat , artinya teman yang akrab
- anak, bisa diartinkan anak ayam, anak manusia, anak boneka dan lain- lain
- jantan , bisa diartikan laki- laki, berani dan lain- lain.
b.      Ameliorasi adalah kata yang mengalami peninggian makna atau memiliki makna yang lebih baik dari sebelumnnya.
- belagak dulu artinya “seperti”
- mondar- mandir  maksudnya kesana –kemari

8.      Kata Baku dan Tidak Baku
a.       Kata baku adalah kata yang digunakan sudah sesuai dengan pedoman kaidah bahasa yang telah ditentukan.Dalam cerita fabel yang termasuk Kata Baku antaralain;
1)      Daerah
2)      Hidup
3)      Mereka
4)      Suara
5)      Sang
6)      Makan
7)      Ucap
8)      Kenapa
9)      Malam
10)  Induk
11)  Tulus
b.      Kata tidak baku yaitu kata yang digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan. Kata tidak baku antara lain:
- aja = saja
- jago = berani
- modar- mandir = kesana dan kemari
- sih = kan
- percuma = sia- sia






SINOPSIS


cerita fabel ini menceritakan kehidupan yang rukun antara kelinci, kucing dan ayam. Walaupun mereka berbeda jenis tetapi mereka saling menghargai dan menyayangi. Sampai suatu ketika anak ayam hilang kemudian ayam jago menuduh bahwa yang menyebabkan anaknya hilang adalah kucing hitam.
Tetapi ternyata dugaan ayam jago salah. Kelinci menceritakan bahwa ia telah melihat Elang mengincar dan mengintai anak ayam di sekitar Kandang Ayam. Setelah menyadari kekeliruannya ayam jagopun meminta maaf kepada kucing dan kucing langsung memaafkannya.














BIOGRAFI PENULIS

           

           
           
NAMA                                                : Ria Destiana
TEMPAT TANGGAL LAHIR          : Kotaagung, Senin Tanggal 02 Desember
NAMA ORANG TUA                       : Ayah Rustam Efendi dan Ibu Nurbaiti
NAMA ADIK                                    : Citra Rahayu
HOBI                                                  : Mendengarkan Musik
RIWAYAT PENDIDIKAN              : 1) TK Dharmawanita BD.Mulya Dipasena
                                                              2) SD N 01 BD. Mulya, Kec. Rawajitu Timur
                                                              3) SMP N 1 Rawajitu Timur,Tulang Bawang
                                                              4) SMK M Kotaagung, Tanggamus
                                                              5) menempuh STKIP M Pringsewu Lampung
NAMA AKUN SOSIAL                   :  Facebok. Cira Cheria Beloved
                                                               E-mail
Riadestiana2@gmail.com
                                                               Instagram Ria Destiana
                                                               Youtube Chanel Ria Destiana
                                                               Blog Ria Destiana.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

TEKS MC ACARA DRAMA

Makalah Presuposisi (Praanggapan) PRAGMATIK

HASIL ANALISIS NILAI- NILAI YANG TERKANDUNG DALAM FILM SEPATU DAHLAN