TUGAS
MEMBUAT DAN MENGANALISI CERITA FABEL
MEMBUAT DAN MENGANALISI CERITA FABEL
“Kasih Sayang Antara Ayam Dan
Kucing”
Sebagai Tugas Mata Kuliah Menulis
Prosa Fiksi
Diampu oleh Dra.Lisdwiana Kurniati,M.Pd.
Diampu oleh Dra.Lisdwiana Kurniati,M.Pd.
Disusun oleh,
NAMA : RIA DESTIANA
NPM : 15040030
Kelas : V A
NPM : 15040030
Kelas : V A
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN
SASTRA INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN MUHAMMADIYAH PRINGSEWU LAMPUNG
Tahun 2017
KATA PENGANTAR
Assallamuallaikum
Wr.Wb.
Alhamdulillah,
puji syukur kehadirat Allah SWT yang mana atas berkat rahmad dan hidayahnya penulis
dapat menyusun tugas ini dengan semaksimal mungkin. Sholawat serta salam tak
lupa penulis sanjung agungkan kepada Baginda Muhmmad SAW yang mana safaatnya
selalu dinantikan di Yaumil Akhir. Amin Ya Rabbal’alamin.
Terimakasih
penulis ucapkan kepada Dosen pengampu mata kuliah menulis prosa fiksi yaitu
Dra.Lisdwiana Kurniati,M.Pd. karena beliau dengan sabar telah membimbing dalam
mengerjakan tugas ini. Tak lupa pula mengucapkan terimakasih untuk kedua orang
tua yang selalu menyemangati disetiap waktu serta teman- teman yang telah mau
berbagi ilmu dan membantu.
Didalam
tugas ini penulis membuat cerita fabel tentang ayam dengan unsur ektrinsik
bernilai religius. Dimana seperti kita ketahui bahwa ayam memiliki ciri- ciri
yang khas yaitu berkokok setiap pagi. Oleh karena itu penulis mencoba untuk
membuat cerita ini.
Didalam
penyusunan tugasini kami menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dan
kesalahan. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca untuk menyusun di lain dikesempatan yang akan datang. Semoga dapat bermanfaat,
tidak hanya bagi penulis tetapi juga bagi pembaca.
Wassallamuallaikum
Wr.Wb.
|
|
Pringsewu, 26 Oktober 2017
Penulis
|
DAFTAR ISI
HALAMAN
JUDUL
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
CERITA FABEL..............................................................................................................
KATA PENGANTAR......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................
CERITA FABEL..............................................................................................................
UNSUR
INTRINSIK.......................................................................................................
UNSUR
EKSTRINSIK....................................................................................................
SINOPSIS.........................................................................................................................
BIOGRAFI
PENULIS.....................................................................................................
KASIH SAYANG
ANTARA AYAM DAN KUCING
Di
suatu daerah perkampungan, hiduplah sepasang Ayam Jantan dan Betina bersama
Satu Ekor Kucing dan 2 Pasang Kelici Putih dan Cokelat. Walaupun begitu mereka
sangatlah akrab dan bersahabat. Setiap pagi ayam selalu berkokok untuk
membangunkan seluruh penghuni di lingkungan tersebut. Tapi tidak semua menyukai
suara kokok ayam jantan. Kucing selalu saja kesal setiap ayam jantan
membangunkan tidur nyenyaknya.
“kenapa sih selalu berkokok sepagi
ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik rerumputan.
Ayam
jantan hanya tersenyum dan tidak memperdulikan keluh kesah kucing tentang
suaranya di pagi hari itu. Setelah melihat Ayam Betina masih membersihkan
tempat tidurnya dan ia pamit untuk pergi mencari makan diluar. Semenjak ayam
betina bertelur ayam jantan semakin rajin mencari makan untuk induk dan calon
anak ayam. Kemudian pulang saat hari mulai petang. Setiap ayam pulang tak lupa
iya membagikan makan kepada kucing dan kelinci yang selalu menemani dan
membantu induk ayam.
Seminggu
kemudian anak ayampun menetas, terlihat tujuh ekor anak ayam betina dan dua
anak ayam jago yang imut dan lucu berwarna kuning keemasan. Seluruh penghuni di
tempat itu bergembira ketika telur ayam telah menetas semua, begitu pula induk
ayam dan ayam jago.
Sampai
suatu hari, ketika ayam jago pulang setelah mencari makan dilihatnya induk ayam
sedang mondar- mandir kesana kemari tak tentu arah.
“mengapa kau terlihat cemas, wahai
indukku?” tanya ayam jago.
Induk ayam yang tidak sadar bahwa
ayam jago sudah pulang, langsung menceritakan kecemasannya seharian ini. Bahwa
induk ayam kehilangan salah satu anak ayamnya, padahal seharian anak ayam ada
ditempatnya semua.
“bagaimana bisa terjadi? Kau bawa
kemana anak ayam kita? Lanjut tanya si ayam jago.
“tidak ku bawa kemana- mana,
seharian ini mereka semua ada ditempat tidur, hanya saja tadi aku
meninggalkannya ketika kelinci memanggil dan memberiku sedikit makanan” jelas
sang induk ayam.
Ayam jago yang melihat induk ayam
cemas kemudian mencoba menenangkannya.
“jangan khawatir, setelah ini aku
akan mencari anak kita dan kau jagalah anak kita yang lainnya. Jangan sampai
kau tinggal kan lagi” ucap ayam jago kemudian pergi untuk mencari anak ayam.
Setelah
berjam- jam ayam jago mencari, anaknya tidak ditemukan juga keberadaannya.
Haripun menjelang malam, setelah lelah mencari ayam jagopun pulang dengan
perasaan sedih karena anaknya hilang belum ditemukan. Ketika melewati halaman rerumputan
yang hijau, sang ayam melihat kucing hitam sedang asyik bersantai di lembutnya
rerumputan hijau. Tanpa sengaja, dilihatnya perut kucing yang sedang tertidur
sandar sedikit membesar. Tanpa pikir panjang ayam jago menghampiri sang kucing
yang tengah tertidur.
“hei, kucing hitam. Bangun kau !!
pasti kau yang telah memakan anakku. Lekas bangun. Bangun. Bangun atau ku patuk
kau !!” teriak ayam jago.
Kucing yang kaget langsung terbangun
dari tidurnya.
“ada apa jago, kenapa kamu selalu
saja membangunkan ku” tanya kucing lemas.
“jangan belagak bodoh, pasti kamu
yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada kucing.
“anak mu? Aku memamakan anak mu? Itu
tidak mungkin jago....” ujar kucing sambil menggelengkan kepala.
“sudahlah mengaku saja kau kucing
hitam, tega sekali kau memakan anak kami. Apa salah kami kepadamu” ucap ayam
jago lemas tak bertenaga.
“dengarkan dulu penjelasanku” ujar
kucing ingin menjelaskan.
“sudahlah. Tak perlu kau jelaskan.
Aku kecewa kepada mu” tandas ayam jago kemudian pergi meninggalkan kucing
sendiri.
Induk
ayam yang melihat ayam jago pulang, langsung menyambutnya dengan gembira
berharap anaknya sudah ditemukan. Tetapi setelah mengetahui penjelasan dari
ayam jago, seketika induk ayam menjadi sedih. Induk ayam merasa bahwa ini akibat
kelalaiannya dalam menjaga anak- anaknya.
Keesokan paginya. Suasana
perkampungan tak seindah hari- hari kemarin, sunyi sepi dan tak ada suara ayam
jago yang berkokok dipagi hari. Membuat
kelinci menjadi penasaran, ada apa gerangan yang menimpa ayam jago.
Kelinci kemudian mengunjungi kandang
ayam, dilihatnya induk ayam sedang memberikan makanan kepada anak- anaknya.
“kemana pak jago? mengapa iya tak
berkokok pagi ini?” tanya kelinci penasaran.
Setelah induk ayam menjelaskan apa
yang terjadi kemarin, kelincipun memberikan nasehat agar ayam jago tidak boleh
menuduh sembarangan tanpa melihat bukti. Kelincipun menjelaskan bahwa kemarin
iya melihat Elang sedang mengitari lingkungan kandang ayam, dan kemungkinan
pasti Elang yang memakannya. Kelici percaya dan yakin tidak mungkin si kucing
yang memakan anaknnya karena kucingpun sangat menyayangi anak ayam yang lucu.
Mendengar penjelasan itu, induk ayam
langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar
meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya. Ayam
jago kemudian menghampiri kucing dan meminta maaf karena telah menuduh dan
tidak mau mendengarkan penjelasan si kucing.
“iya aku memaafkan mu jago.
sebenarnya kemarin aku melihat Elang sedang mencengkram, dan itu pasti anakkmu.
Aku ingin memberitahumu dari kemarin, hanya saja kau sedang dibalut emosi. Aku
pikir percuma aku menjelaskan kaupun pasti tidak percaya saat itu” ungkap sang
kucing.
“terimakasih kucing. Kau memang
temanku. Maafkan aku yang tidak mempercayaimu kemarin dan tolong terimalah
pemberian dariku yang tidak berharga ini” kata ayam jago sambil memberikan 2
ekor ikan yang didapatnya dengan tulus.
*selesai*
UNSUR
INTRINSI
1.
Tema : Sosial
dan Kekeluargan
2.
Penokohan
1) Ayam Jantan (cepat emosi, sayang keluarga dan mengakui jika salah)
-
Ayam jantan
hanya tersenyum dan tidak memperdulikan keluh kesah kucing tentang suaranya di
pagi hari itu.
-
Ayam jago
yang melihat induk ayam cemas kemudian mencoba menenangkannya.
-
“jangan
belagak bodoh, pasti kamu yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada
kucing.
-
“sudahlah.
Tak perlu kau jelaskan. Aku kecewa kepada mu” tandas ayam jago kemudian pergi
meninggalkan kucing sendiri.
2) Ayam Betina (penyayang, mudah cemas)
-
induk ayam
langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar
meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya.
-
Induk ayam
yang melihat ayam jago pulang, langsung menyambutnya dengan gembira berharap
anaknya sudah ditemukan.
-
“tidak ku bawa
kemana- mana, seharian ini mereka semua ada ditempat tidur, hanya saja tadi aku
meninggalkannya ketika kelinci memanggil dan memberiku sedikit makanan” jelas
sang induk ayam.
3) Kucing (baik, cerewet, pengertian dan mudah memaafkan)
-
“kenapa sih
selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik
rerumputan.
-
iya aku
memaafkan mu jago. sebenarnya kemarin aku melihat Elang sedang mencengkram, dan
itu pasti anakkmu. Aku ingin memberitahumu dari kemarin, hanya saja kau sedang
dibalut emosi. Aku pikir percuma aku menjelaskan kaupun pasti tidak percaya
saat itu” ungkap sang kucing.
4) Kelinci
(baik hati, peduli dan bijaksana)
-
Membuat
kelinci menjadi penasaran, ada apa gerangan yang menimpa ayam jago.
-
kelincipun
memberikan nasehat agar ayam jago tidak boleh menuduh sembarangan tanpa melihat
bukti.
3. Latar
1) Tempat
a. Perkampungan
Di suatu
daerah perkampungan,
b. Kandang Ayam
-
Setelah
melihat Ayam Betina masih membersihkan tempat tidurnya.
-
Kelincipun
menjelaskan bahwa kemarin iya melihat Elang sedang mengitari lingkungan kandang
ayam,
-
Kelinci
kemudian mengunjungi kandang ayam
c. Rumput Hijau
“kenapa sih
selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar” kesal si kucing dibalik rerumputan.
2) Waktu
a. Sore Hari
Kemudian
pulang saat hari mulai petang.
b. Malam Hari.
Ini dapat dibuktikan dalam kutipan
berikut yang menyatakan bahwa waktu pada malam hari. Haripun menjelang malam, setelah lelah mencari ayam jagopun
pulang dengan perasaan sedih karena anaknya hilang belum ditemukan.
c. Pagi Hari.
Ini terlihat pada kutipan berikut Setiap pagi ayam selalu berkokok untuk
membangunkan seluruh penghuni di lingkungan tersebut. dan Keesokan paginya. Suasana
perkampungan tak seindah hari- hari kemarin
3) Suasana
a. Bahagia
Suasana bahagia dapat dilihat pada
kutipan berikut Seluruh penghuni di
tempat itu bergembira ketika telur ayam telah menetas semua, begitu pula
induk ayam dan ayam jago.
b. Hening
Ini dapat dilihat pada kutipan sunyi sepi dan tak ada suara ayam
jago yang berkokok dipagi hari.
c. Cemas
Ayam jago
yang melihat induk ayam cemas kemudian mencoba menenangkannya
4. Alur
Alur yang digunakan dalam cerita ini
yaitu Alur Maju karena penulis menceritakan dari awal perkenalan kemudian
menuju klimaks dan sampai puncak klimaks kemudian lanjut ke antiklimaks
sehingga adanya penyelesaian.
5. Sudut Pandang
Orang
ketiga “dia-an”, karena penulis mengarang dengan pandangan bahwa “dia” yang
dimaksud yaitu ayam.
6. Amanat
Jangan
cepat mengambil kesimpulan sebelum tahu kebenarannya.
7. Gaya bahasa
1) Majas
Litotes yaitu gaya bahasa dengan ungkapan yang direndahkan daripada
kenyataannya. Ini dapat dibuktikan pada kutipan berikut : Maafkan aku yang tidak mempercayaimu kemarin dan tolong terimalah pemberian
dariku yang tidak berharga ini” kata ayam jago.
2) Gaya Bahasa
Pararima yaitu pengulangan konsonan awal dan akhir dalam kata atau bagian yang
berlainan. Ini dapat dilihat pada kutipan cerita fabel yaitu Sampai suatu hari, ketika ayam jago pulang
setelah mencari makan dilihatnya induk ayam sedang mondar- mandir kesana
kemari tak tentu arah.
3) Majas
repetisi yaitu gaya bahasa pengulangan suatu kata dalam beberapa frasa dengan
tujuan menegaskan suatu maksud. Ini dapat dilihat pada kutipan ketika ayam
marah dan menyuruh kucing untuk bangun dari tidurnya. “Hei, kucing hitam. Bangun kau !! pasti kau yang telah memakan
anakku. Lekas bangun. Bangun. Bangun atau ku patuk kau !!” teriak ayam
jago.
4) Majas sarkasme
yaitu majas sindiran yang disampaikan dengan konotasi paling kasar. Biasanya
ini diucapkan saat benar- benar marah dan emosi sedang tinggi. Seperti pada
kutipan berikut ketika ayam jago emosi kepada kucing yang dikiranya telah
memakan anaknya“jangan belagak bodoh, pasti
kamu yang telah memakan anakku” tuduh ayam jago kepada kucing.
UNSUR
EKSTRINIK
1.
Nilai Religius
Penulis mengatakan bahwa cerita ini ada nilai religius
karena didukung dengan hadist yang menyatakan bahwa ayam selalu bangun pagi
untuk membangunkan semua orang pada waktu subuh dan mencari makan dipagi hari.
Sesuai dengan hadist yang ada yaitu:
Rasulullah SAW bersabda yang artinya janganlah kalian mencela ayam jantan.
Sesungguhnya dia membangunkan untuk shalat (HR. Abu Dawud) kemudian Dan tidak ada suatu binatang melatapun di
bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya (QS.Hud ayat 6).
a. Ketika Ayam
berkokok dipagi hari menadakan bahwa ayam selalu bangun pagi. Ini dapat dilihat
pada kutipan “kenapa sih selalu berkokok sepagi ini, matahari aja belum keluar”
kesal si kucing.
b. Ketika Ayam
pergi mencari makan di pagi hari. Ini dapat dilihat pada kutipan “Setelah
melihat Ayam Betina masih membersihkan tempat tidurnya dan ia pamit untuk pergi
mencari makan diluar”.
2.
Nilai sosial
Nilai sosial yang ada pada cerita ini yaitu ketika
antara kelinci, ayam dan kucing dapat hidup berdampingan dan akrab. Ini dapat
dilihat pada kutipan Walaupun begitu
mereka sangatlah akrab dan bersahabat.
3.
Nilai Pendidikan
Nilai pendidikan yang dapat diambil dari cerita ini
yaitu saat ayam jago mengakui kesalahannya kepada kucing dan berani meminta
maaf duluan. Sepeti kutipan berikut Mendengar penjelasan itu, induk ayam
langsung memberitahu kepada ayam jago dan memerintahkan kepada ayam jago agar
meminta maaf kepada kucing, karena kucing ternyata tidak memakan anaknya. Ayam
jago kemudian menghampiri kucing dan meminta maaf karena telah menuduh dan
tidak mau mendengarkan penjelasan si kucing.
RUANG LING KUP DIKSI
1. Pengertian
Diksi
Diksi adalah sebuah pilihan kata yang
tepat dan selaras (dalam penggunaannya) untuk mengungkapkan gagasan sehingga
diperoleh efek tertentu (seperti yang diharapkan).
2. Makna
Denotatif dan Konotatif
a.
Makna denotatif adalah makna dalam alam
wajar secara eksplisif. Makna wajar ini adalah makna yang sesuai dengan apa
adanya. Makna ini disebut juga dengan makna konseptual. Dalam cerita fabel ini
yang termasuk makna denotatif antara lain;
1)
Ku patuk kau. Ini merupakan makna
sebenarnya karena memang benar- benar ayam akan mematuk/ mengigit kucing.
2)
Mencengkram. Memiliki makna yang
sebenarnya yang benar- benar berarti sedang memegang erat.
3)
Mencari makan. Termasuk kedalam
denotatif karena makna sebenarnya memang sedang mencari makan.
b.
Makna konotatif adalah makna asosiatif,
makna yang timbul dari sikap sosial, sikap pribadi dan kriteria tambahan yang
dikenakan pada sebuah makna konseptual. Makna kontatif berbeda dari zaman ke
zaman. Dalam cerita fabel ini yang termasuk makna konotatif antara lain;
1)
Kuning keemasan. Makna ini merupakan
makna konotatif yang makna sebenarnya bukannya dimaksud warna benar- benar
kuning.
2)
Dibalut emosi. Ini termasuk makna
konotatif karena memiliki makna yang tidak sebarnya, maksud dari kata dibalut
bukan berarti benar- benar dibalut emosinya tetapi ayam sedang emosi.
3. Kata
Umum dan Kata Khusus
a.
Kata umum adalah kata- kata yang
memiliki makna dan cakupan pemakaian yang lebih luas.
-
anak
-
tempat tinggal
-
makan
b.
Kata khusus adalah sebuah kata yang
mempunyai ruang lingkup yang terbatas (sifatnya sempit) yang mana, kata- kata
tersebut sudah tidak dapat diperincikan atau dijabarkan lagi.
-
menetas
-
ayam jago
-
induk ayam
-
terimakasih
-
berharga
-
dua
4. Kata
Konkret dan Kata Abstrak
a.
Kata konkret merupakan kata yang
mempunyai rujukan berupa objek yang dapat diserap oleh panca indera. Dalam
cerita ini yang termasuk kata konkret antara lain ayam, induk ayam, kelinci,
rumput dan kucing.
b.
Kata abstrak adalah sebuah kata yang
memiliki rujukan berupa konsep atau pengertian. Dalam cerita ini yang termasuk
dalam kata abstrak antaralain: Emosi, Marah, Kesal, Hari, Menyenangkan dan Cemas
5. Sinonim
Sinonim merupakan pilihan kata yang
memiliki persamaan makna. Kata bersinonim dalam cerita ini antaralain:
-
Petang = sore
-
Suara = bunyi
-
Perkampungan = pedesaan
-
Wahai = duhai
6. Pembentukan
Kata (Kata Berimbuhan)
a.
Prefiks (awalan)
-
ber + tenaga = bertenaga
-
pe + ng + huni = penghuni
-
meN + cari = mencari
-
ber + sahabat + bersahabat
-
meN + dengar = mendengar
-
me + makan = memakan
-
ber + telur = bertelur
-
meN + coba = mencoba
-
ber + gembira = bergembira
-
me + panggil = memanggil
b.
Reduplikasi
-
Mondar- mandir
-
Kesana- kemari
c.
Sufiks (akhiran)
-
kelinci + pun = kelincipun
-
makan + an = makanan
-
sembarang + an = sembarangan
-
sudah + lah = sudahlah
-
anak + nya = anaknya
-
terima + lah = terimalah
d.
Konfiks (imbuhan tunggal yang terjadi
dari perpaduan awalan da akhiran)
-
per + kampung + an = perkampungan
-
ke + emas + an = keemasan
-
pe + rasa + an = perasaan
-
me + tenang + an = menenangkan
-
di + temu + kan = ditemukan
-
ke + lalai +an = kelalaian
7. Kata
Yang Mengalami Perubahan Makna (Peyorasi dan Amiliorasi)
a.
Peyorasi adalah kata yang mengalami
penurunan makna atau memiliki makna yang lebih buruk dari sebelumnya. Yang
termasuk dalam peyorasi yaitu
-
Bersahabat , artinya teman yang akrab
-
anak, bisa diartinkan anak ayam, anak manusia, anak boneka dan lain- lain
-
jantan , bisa diartikan laki- laki, berani dan lain- lain.
b.
Ameliorasi adalah kata yang mengalami
peninggian makna atau memiliki makna yang lebih baik dari sebelumnnya.
-
belagak dulu artinya “seperti”
-
mondar- mandir maksudnya kesana –kemari
8. Kata
Baku dan Tidak Baku
a.
Kata baku adalah kata yang digunakan
sudah sesuai dengan pedoman kaidah bahasa yang telah ditentukan.Dalam cerita
fabel yang termasuk Kata Baku antaralain;
1)
Daerah
2)
Hidup
3)
Mereka
4)
Suara
5)
Sang
6)
Makan
7)
Ucap
8)
Kenapa
9)
Malam
10)
Induk
11)
Tulus
b.
Kata tidak baku yaitu kata yang
digunakan tidak sesuai dengan pedoman atau kaidah bahasa yang sudah ditentukan.
Kata tidak baku antara lain:
-
aja = saja
-
jago = berani
-
modar- mandir = kesana dan kemari
-
sih = kan
-
percuma = sia- sia
SINOPSIS
cerita
fabel ini menceritakan kehidupan yang rukun antara kelinci, kucing dan ayam.
Walaupun mereka berbeda jenis tetapi mereka saling menghargai dan menyayangi.
Sampai suatu ketika anak ayam hilang kemudian ayam jago menuduh bahwa yang
menyebabkan anaknya hilang adalah kucing hitam.
Tetapi
ternyata dugaan ayam jago salah. Kelinci menceritakan bahwa ia telah melihat
Elang mengincar dan mengintai anak ayam di sekitar Kandang Ayam. Setelah
menyadari kekeliruannya ayam jagopun meminta maaf kepada kucing dan kucing
langsung memaafkannya.
BIOGRAFI PENULIS
NAMA :
Ria Destiana
TEMPAT TANGGAL LAHIR : Kotaagung, Senin Tanggal 02 Desember
NAMA ORANG TUA : Ayah Rustam Efendi dan Ibu Nurbaiti
NAMA ADIK : Citra Rahayu
HOBI : Mendengarkan Musik
RIWAYAT PENDIDIKAN : 1) TK Dharmawanita BD.Mulya Dipasena
2) SD N 01 BD. Mulya, Kec. Rawajitu Timur
3) SMP N 1 Rawajitu Timur,Tulang Bawang
4) SMK M Kotaagung, Tanggamus
5) menempuh STKIP M Pringsewu Lampung
TEMPAT TANGGAL LAHIR : Kotaagung, Senin Tanggal 02 Desember
NAMA ORANG TUA : Ayah Rustam Efendi dan Ibu Nurbaiti
NAMA ADIK : Citra Rahayu
HOBI : Mendengarkan Musik
RIWAYAT PENDIDIKAN : 1) TK Dharmawanita BD.Mulya Dipasena
2) SD N 01 BD. Mulya, Kec. Rawajitu Timur
3) SMP N 1 Rawajitu Timur,Tulang Bawang
4) SMK M Kotaagung, Tanggamus
5) menempuh STKIP M Pringsewu Lampung
NAMA AKUN SOSIAL : Facebok. Cira Cheria Beloved
E-mail Riadestiana2@gmail.com
Instagram Ria Destiana
Youtube Chanel Ria Destiana
Blog Ria Destiana.
E-mail Riadestiana2@gmail.com
Instagram Ria Destiana
Youtube Chanel Ria Destiana
Blog Ria Destiana.
Komentar
Posting Komentar